Cara menghitung PPh 21 dengan TER
Sejak 1 Januari 2024 (PP 58/2023 dan PMK 168/2023), pemotongan PPh 21 pegawai tetap untuk Januari–November cukup dengan rumus:
PPh 21 sebulan = tarif TER × penghasilan bruto sebulan
Tarif TER dipilih dari tabel sesuai kategori status PTKP:
| Kategori | Status PTKP |
|---|---|
| TER A | TK/0, TK/1, K/0 |
| TER B | TK/2, TK/3, K/1, K/2 |
| TER C | K/3 |
Di bulan Desember, PPh 21 dihitung ulang setahun: penghasilan bruto setahun dikurangi biaya jabatan (5%, maksimal Rp6.000.000), iuran pensiun/JHT, dan PTKP. Hasilnya (PKP) dikenai tarif progresif Pasal 17:
| PKP setahun | Tarif |
|---|---|
| s.d. Rp60 juta | 5% |
| Rp60–250 juta | 15% |
| Rp250–500 juta | 25% |
| Rp500 juta–5 miliar | 30% |
| di atas Rp5 miliar | 35% |
PPh 21 Desember = PPh 21 setahun − total potongan Januari–November.
Besaran PTKP
Wajib pajak Rp54.000.000, tambahan menikah Rp4.500.000, dan tambahan Rp4.500.000 per tanggungan (maksimal 3 orang).
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu TER PPh 21?
TER (tarif efektif rata-rata) adalah tarif tunggal per rentang penghasilan bruto bulanan yang dipakai untuk memotong PPh 21 pegawai tetap mulai 2024, sehingga perhitungan bulanan jauh lebih sederhana.
Kenapa PPh 21 bulan Desember berbeda?
Karena di bulan Desember pajak dihitung ulang setahun dengan tarif Pasal 17. Selisih antara pajak setahun dan potongan Januari–November dipotong di Desember, bisa lebih besar, lebih kecil, atau nol.
Apakah TER membuat pajak setahun lebih besar?
Tidak. Total pajak setahun tetap sama dengan cara lama; TER hanya mengubah cara pemotongan per bulan.
Penghasilan bruto mencakup apa saja?
Gaji pokok, tunjangan, lembur, bonus/THR di bulan dibayarkan, serta premi JKK, JKM dan BPJS Kesehatan yang dibayar perusahaan.
Hasil kalkulator bersifat simulasi untuk membantu perencanaan dan dapat berbeda dengan perhitungan resmi instansi, perusahaan atau bank. Terakhir diperbarui 2026-11-02.